RSS

Monthly Archives: November 2010

Melihat Ke Atas

Kita sebagai manusia, mahluk dualisme… pada umumnya senang membanding-bandingkan. Baik-buruk, terang-gelap, hitam-putih dan seterusnya. Begitu juga dengan kehidupan, kita senang membandingkan kalau si A lebih sukses dari si B atau si B lebih cantik dari si A.

Dalam hidup seiringnya bertambah usia, kita pasti berharap akan peningkatan kualitas hidup. Mungkin dari sisi finansial, emosional, jabatan atau contoh yang lainnya. Kita mengenyam pendidikan, belajar, bekerja, berkarya. Di saat kita mengalami kegagalan atau keterpurukan dalam hidup biasanya banyak yang menghibur dan menasihati bahwa kita harus bersyukur dan melihat ke bawah. Masih banyak orang-orang yang nasibnya kurang beruntung dibanding kita.

Benar sekali. Memang dalam hidup kita harus senantiasa ikhlas dan bersyukur karena biasanya manusia mengalami gelisah dan ketidakpuasan secara terus menerus. Tetapi, kata ikhlas di sini seringkali disamartikan dengan pasrah. Selanjutnya pasrah disamakan dengan tawakal (mengutip lirik rap Pandji Pragiwaksono dari lagu “I Told You”). Kita jadi terus menerus melihat ke bawah dan tidak berusaha meningkatkan kualitas dengan alasan “Ikhlas dan bersyukur”.

Menurut saya pribadi, tidak ada salahnya kita “melihat ke atas” membandingkan diri kita dengan orang yang lebih baik (mungkin) secara pencapaian hidupnya. Kenapa tidak? Kalau kita menjadikan mereka “role model” sehingga kita semakin termotivasi untuk memperbaiki diri sehingga bisa sama atau bahkan melebihi.

Coba bayangkan seorang anak yang sedari kecil terus menerus diajarkan untuk melihat ke bawah saat mengalami kegagalan tanpa memperhatikan fakta bahwa dia harus terus menerus didorong untuk maju? Memang saya sadar untuk pernyataan “Melihat ke Atas” ini jika diterapkan secara langsung bisa berakibat buruk. Sekali lagi menurut saya; antara renungan “Melihat ke Atas” dan “Melihat ke Bawah” ada porsinya masing-masing. Saya sendiri menulis ini merasa bahwa banyak orang termasuk saya sendiri yang lebih sering “Melihat ke Bawah” saat mengalami kegagalan dan saat menjalani hidup. Kesimpulannya, tidak salah untuk “Melihat ke Atas” 🙂

 
7 Comments

Posted by on November 24, 2010 in Psychology