RSS

MRT untuk Jakarta

19 Apr

Apakah program MRT akan berhasil di Jakarta? Menurut pendapat pribadi gw, tidak!

Kebanyakan pengguna jalan di Jakarta ini adalah golongan pekerja, dan sebagian lain adalah anak sekolah, kuliah dll. Para pengguna jalan ini menggunakan 2 cara: angkutan umum dan kendaraan pribadi. Kita para pengguna jalan ini sering mengeluhkan macet. Kecuali mungkin para pengguna kereta api yang memiliki kendala jadwal kereta yang telat atau pengalihan jalur dan juga pengguna Trans Jakarta yang mengeluhkan kurangnya armada bus.

Solusinya? Gunakan kendaraan umum. Begitu kata orang-orang.
Gw sendiri dari kalangan pekerja kadang merasa naik angkutan umum biayanya akan lebih mahal daripada memiliki kendaraan pribadi sendiri. Yang gw maksud di sini adalah sepeda motor. Mungkin lo bisa liat sendiri, BANYAK SEKALI sepeda motor yang menguasai jalanan di Jakarta ini.

Mengapa orang memilih menggunakan sepeda motor?
Gw mencoba melihat dari 2 sisi: Finansial dan Psikologis.
Finansial? Jelas, bahwa konsumsi bensin sepeda motor sangat hemat dibandingkan biaya menggunakan kendaraan umum. Di bawah ini gambar tabel konsumsi bensin sepeda motor dari blog http://ridertua.wordpress.com

Dari sisi psikologis? Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang senang memegang kendali atas sesuatu. Minimal kendali atas hidupnya sendiri.

Kalo gw punya motor sendiri, gw bisa “mengendalikan” sendiri nasib gw sampe ke tempat yang dituju dan lebih cepat sampai. Padahal sih belum tentu juga. Tapi ada perasaan “berkuasa” itu. Dan tadi sempet ada yang nyeletuk ke gw di twitter. “Kalo MRT biayanya Rp. 1000, gimana?”. Gw ngejawab, “tetep bukan gw yang nyetir” 😀

Kalo ngomongin MRT, sebenernya Kereta dan Trans Jakarta itu sudah merupakan MRT. Tapi tetep banyak orang yang nggak mau naik itu dengan berbagai alesan.
Jadi, menurut gw kalo MRT mau sukses? Ya harus dipaksa… Tapi bentrok dengan Hak Asasi Manusia atau enggak?

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on April 19, 2011 in Urban

 

Tags: , , ,

3 responses to “MRT untuk Jakarta

  1. bambang eko hendrawan

    April 19, 2011 at 16:33

    Nggak perlu MRT deh, cukup:

    * Perbanyak armada transJ dan KRL biar bisa 3 menit sekali dan beroperasi sampe jam 12 malem kayak MRT
    * Permahal bbm
    * Permahal biaya parkir
    * Permahal biaya tol (buat mobil)

     
  2. silvia

    April 21, 2011 at 08:18

    “Apakah program MRT akan berhasil di Jakarta?” Bisa,klo :
    yg pake transjakarta : armada-nya diperbanyak
    supir kopaja di rekrut jadi supir transjkt (sebelum nya di training dulu biar bawanya ga ugal-ugalan

    yg pake KA : gerbong diperbanyak dan ditambah jadwal keberangkatan KA nya,
    jadi tidak 2 jam sekali baru ada keberangkatan KA lagi.

     
  3. dwijef

    May 2, 2011 at 18:17

    poin yang bagus tentang kendali. bener banget.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: