RSS

Monthly Archives: May 2011

Museum itu tidak menarik!?

Gw punya kebiasaan setiap minggu malem suka lempar topik di twitter. Untuk minggu kemaren, yang gw lempar kurang lebih “Menurutlo kenapa orang kurang suka pergi ke museum?” Dan kurang lebih gw mendapat jawaban sebagai berikut:

@RyanValentinus : Pemerintah ga perhatian. Daripd kerjaannya blokir situs. Mending bikin promo lewat social media. Biar menarik!
@sillymell : museum sekarang kalo weekend rame banget loh. Buat kepentingan foto-foto tapi bukan karena sejarahnya 😀
@HenrioRespati : di Inggris museum gratis, dan tampilannya kaya mall, jadi byk org tertarik jalan2 ke museum
@eggyama : museum sepi karena pengenalan museum sejak dini sudah semakin berkurang. Selain itu, sosialisasi promosi sangat kurang
@kinantii : Ga banyak orang yg diajak ke museum mau, gue pernah ngajak temen2 ke lubang buaya malah diketawain masa -_-”
@mbakrena : krn tiket masuknya terlalu murah. Jadi ga keliatan berkelas.
@kinantii : Dan museum kan ga ngasih sesuatu yg baru terus, jadi orang dateng sekali ya ga dateng lagi. Udah tau isinya ya udah
@kinantii : Kalo mnurut gue, ke museum itu balik ke minat masing2. Kalo kita mau tau ttg sejarah, tetep didatengin.
@babyblaze021 : Menurut saya jalan2 ke museum itu romantis 🙂
@msinbetween : kurang terawat dan kurang diexpose padahal museum ga kalah seru sama mall 😦
@DeeAprilia : Selama ini museum identik dgn gelap,debu,ga terawat
@indahsukma_ : Kurang promosi, minim hiburan, dan jumlahnya yang ga sebanyak mall.
@Sylvia_FF : Karena kurang promosi ga kayak perumahan2 ato mal2 baru yg selalu ada iklannya di tv
@nickoakbar : karna menurut mereka ke museum itu cuman buat pas study tour doang.
@MutiaWardani : Soalnya museum yg ada sekarang kemasannya masih boring dan beberapa cuma bisa dimasukkin sama rombongan
@sillymell : Karena ruangnya yang ‘spooky’ dan kurang pencahayaan. Harusnya ber-AC dan terang seperti Museum Wayang.
@supersakid : pemerintah kurang maksimalin potensi dan ga ngerubah konsep museum yang udah ketinggalan zaman. Kurang promosi juga
@tirzathe3rd : anggapan orang kurang menarik, mall lebih baik, sejarah gak asik.
@ilhamaji : menurut gue dikarenakan sudah banyak Mall yang lebih banyak hiburannya 😀
@uneeadisti : Yg paling gampang, karena museum (masih) diidentikkan dengan yg nerdy2. Most people think being a nerd is not “cool”

Kesimpulan sementara yang gw dapet, bahwa seringkali kunjungan ke museum itu sifatnya “diwajibkan” entah dari orang tua atau dari pihak sekolah. Seperti tidak ada daya tarik yang lain. Kalo menurutlo gimana?

 
1 Comment

Posted by on May 27, 2011 in Urban

 

Tags:

Job: Passion vs Survival

Everybody talks about working on your passion nowadays. How many of you working just to survive?

Sebuah pertanyaan ini menempel di otak gue dimana salah satu radio yang rutin gue dengerin. “Work for your passion, and the money will follow”, kurang lebih begitu deh. Maaf kalo kurang-kurang sedikit taglinenya. Gw pernah liat survey dimana gitu, kalo orang-orang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya terlebih-lebih lagi tidak sesuai dengan passionnya.

All we used to understand that we work for our better future

Konsep Work Your Passion ini boleh dibilang “Relatif” baru. Mungkin nggak baru-baru amat, karena sudah jalan beberapa tahun. Gue sendiri sebagai kelahiran tahun 80-an dengan background keluarga yang bermental kapitalis sudah ditekankan dari kecil bahwa bekerja untuk pengembangan diri dan juga ujung-ujungnya nyari duit 🙂

As the availability for cheap internet data plan increased, twitter didn’t only belong to upper and middle class…

Karena gue ngelempar pertanyaan yang paling awal tadi di twitter, sudah pasti ada beberapa respon. Temen twitter gue, salah satu blogger, konsultan IT dan juga penulis buku; Isman H Suryaman (@ismanhs) berpendapat bahwa secara logika kalo orang bekerja untuk survive pasti tidak akan punya waktu untuk menggunakan twitter.

Di sini yang saya sebenernya kurang setuju (maaf, ya kang hehe). Saat ini teknologi ponsel boleh dibilang kebutuhan sekunder bahkan primer untuk para pekerja terutama di kota-kota besar. Terlebih lagi harga dari ponsel yang sudah terjangkau. Selain harga ponsel yang terjangkau, para penyedia layanan telekomunikasi saat ini sedang berlomba-lomba menyediakan layanan internet murah dengan menampilkan logo seperti Facebook, Twitter, YM dan seterusnya.

Ultimately, we work for a living. Not all people got lucky working things that they love

Maksud gue bukan mau ngajak orang pesimis, jika lo mempunyai sebuah ‘dream job’ maka kejarlah sebisa mungkin. Jika gagal atau terpaksa bekerja di bidang yang mungkin bukan passion lo tapi halal dan bisa mencukupi kebutuhan hidup, maka tidak ada salahnya dijalani. Mengutip kalimat siapa (gw lupa)

“If you cannot do things that you love, love the things you do and be grateful”


 
9 Comments

Posted by on May 10, 2011 in Work

 

Tags: , , ,