RSS

Indonesia Butuh Superhero?

27 Jul

Spiderman   Menurut Wikipedia (kurang lebih): Superhero adalah karakter tipikal yang melindungi publik. Biasanya para superhero ini memiliki ciri umum seperti memiliki kemampuan super/berbeda, peralatan khusus, kode etik moral yang kuat dan identitas rahasia.

Umumnya kita bisa liat para superhero luar negeri melalui media komik, film dsb seperti Superman, Spiderman, Kamen Rider. Bagaimana dengan superhero lokal seperti Gundala, Caroq dll?

 

  Yang gue tau, komik superhero lokal sudah tidak ada atau kalaupun ada relatif lebih sulit didapat dan hampir tidak menyentuh media mainstream. Apalagi filmnya. Yang gue tau itu, film Gundala Putra Petir di tahun 1982 (dimana gue sendiri belum lahir).
Kenapa gue ngomong Indonesia butuh superhero? Seperti lo tau sendiri, keadaan negara kita saat ini kurang baik. Korupsi menjadi suatu hal yang dimaklumkan, premanisme dari level bawah sampe tingkat pemerintahan. Banyak ‘value’ yang menurut gue kurang baik.

‘Value’ yang didapat dari manusia itu terutama didapat dari lingkungan sosialisasi primer yaitu orang tua, teman-teman. Di kala seorang anak bertumbuh dewasa, dia butuh seorang idola/role model. Menurut pendapat pribadi gue, jika seorang anak tumbuh dewasa dengan role model superhero yang memiliki kode etik moral yang kuat sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana si anak akan bertindak. Memang tidak salah jika si anak tumbuh dengan role model superhero luar negeri. Mereka juga memiliki kode etik moral yang kuat. Tetapi bukankah  alangkah baiknya jika cerita superheronya lebih dekat ke kehidupan kita sehari-hari? Selain bisa menghidupkan komik/perfilman nasional, kita lebih bisa ‘relate’ dengan cerita/pesannya sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Mungkin ini hanya sekilas pikiran dari seorang penggemar superhero saja yang mau dishare. Mungkin ada pendapat/masukkan lain, silakan saja 🙂

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on July 27, 2011 in Psychology

 

Tags: , ,

3 responses to “Indonesia Butuh Superhero?

  1. Jefri Dwiantoro

    July 27, 2011 at 14:52

    http://hebring.telkomspeedy.com/

    bagaimana dengan si Hebring? apakah cukup memadai sebagai role model?

    anywho. orang sekarang lebih tertarik sama unsur fun dan sensasi tanpa esensi. jadi kalo bikin apa-apa yang penting ada appeal, sensasi dan bombastisme.

    *is bombastisme a correct word?

     
  2. Dian Paramita

    July 27, 2011 at 15:00

    Aku hanya pesimis Indonesia bisa bikin yang keren dan educating. XD

    Seperti misalnya Watchmen tu. Kayaknya emang film superhero kekerasan penuh laga, tapi dibalik itu, pesannya: menjadi superhero itu tidak harus pake perkelahian fisik, tetapi mempertaruhkan nama baik menjadi common enemy agar dunia bersatu itu juga superhero. Sehingga kesimpulannya everybody can be a superhero, even your grandma. 😛 Tapi balik lagi, aku pesimis Indonesia bisa bikin kayak gitu. 😦

     
  3. kondoy

    July 27, 2011 at 15:56

    hmmm…klo boleh komen sih, menurut gw perlu bgt. tapi masalahnya di negara kita klo bikin sesuatu selalu mentok. bikin cerita bagus, tapi ga laku. bikin yg idealis, mengakar pada norma2 juga ga laku. mau bikin gimana orang kreatifitas aja di kekang. Plus, duitnya ga ada bro. Kalau mau sih, semua komikus yg sepaham, digabung sama a good storywriter, bisa jadi boombastis tuh, interested anyone?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: