RSS

Tag Archives: lalin

Berkendara Dengan Aman di Belakang Motor Bagian I

Di Jabodetabek, kita sering sekali mendengar keluhan pengendara motor begini, pengendara motor begitu. Gw sendiri sebagai pengguna jalan dengan mengemudikan motor ataupun mobil sedikit banyak cukup mengerti darimana keluhan-keluhan semacam ini berasal. Bila para pengemudi motor yang salah dan menyebabkan kita sebagai pihak lain menabraknya sehingga terjadi kecelakaan, sudah pasti bahwa kita yang akan disalahkan. Terutama hal ini jika disaksikan orang-orang sekitar yang punya kecenderungan membela pengendara motor atas nama solidaritas apapun kejadiannya. Solidaritas yang salah menurut gw.

Melihat hal ini, gw yang punya hobi mengamati ini ingin sekedar berbagi bagaimana agar lebih berhati-hati saat berkendara di belakang motor karena apapun yang terjadi pengendara mobil lah yang salah. Di bagian pertama ini, gw khusus ingin membahas tips berhati-hati berkendara di belakang motor dilihat dari sang pengemudi motornya.

ilustrasi

ilustrasi

Saat melihat pengemudi motor dari belakang, biasanya yang paling pertama gw perhatikan adalah jenis kelamin pengendaranya. Bila pengendaranya adalah Ibu-Ibu, apapun yang terjadi lebih baik salip dan tinggalkan secepat mungkin. Inipun tanpa menimbang fakta apakah si Ibu tersebut memakai helm atau tidak. Jika tidak memungkinkan menyalip Ibu-ibu tersebut karena cara mengemudinya kiri-kanan kiri-kanan ibarat dia adalah pemilik dunia, lebih baik hindari dan cari jalan lain. Hindari menggunakan klakson karena kemungkinan Ibu-ibu tersebut akan kaget dan hilang keseimbangan. Bila tidak berhasil menyalip atau mencari jalan lain, harap bersabar dengan ikhlas mengemudi di belakangnya dan gw akan mengutip ungkapan yang terkenal: “Sori, lo apes.”.  Bila pengendaranya wanita muda, cukup salip secepatnya apapun yang terjadi.

ilustrasi Apabila jenis kelaminnya pria, maka cobalah perkirakan umur si pengendara. Jika pengendara terlihat seperti di bawah umur (kakinya nyaris sampai ke footstep motor), maka segera salip atau klakson terlebih dahulu. Tidak perlu sampai mencari jalan lain, karena pengendara motor ini biasanya baru belajar. Adapun jika mereka termasuk golongan yang kesal karena diklakson, biasanya setelah diklakson mereka akan ngebut dan bernafsu meninggalkan kita. Yang penting, klakson dulu. Inipun tanpa mempertimbangkan apakah si anak tersebut mempergunakan helm atau tidak.

Bila pengendaranya adalah pria dewasa, pertama-tama coba cek apakah orang tersebut menggunakan helm atau tidak. Bila tidak menggunakan helm dan mengendarai motornya di jalan besar, segera salip dan tinggalkan. Sebisa mungkin klakson tapi secukupnya. Karena golongan ini kalau diklakson hanya akan marah tapi belum tentu mau minggir atau mengemudikan motornya dengan lebih cepat. Tidak perlu sampai mencari jalan lain. Bila menggunakan helm, pengemudi golongan ini relatif paling aman. Karena pemakaian helm adalah tanda dia perduli. Minimal terhadap keamanan dirinya sendiri.
I'll Be Back

Dan yang terakhir adalah bila pengendaranya pria lanjut usia. Tidak perlu melihat lagi apakah orang tersebut menggunakan helm atau tidak. Bahkan sepertinya penggunaan klakson sebaiknya dihindari karena ada kemungkinan orang tersebut tidak mampu mendengarkan dengan baik dan bahkan cenderung kaget dan hilang keseimbangan bila diklakson. Sebisa mungkin disalip atau mencari jalan lain. Jika terpaksa mengemudi di belakangnya: Sori, lo apes.”.

Sekian dulu untuk postingan bagian pertama tentang berkendara dengan aman di belakang motor. Gw ga ada maksud mendiskriminasi, tapi kadang lebih baik berhati-hati.

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 10, 2014 in Urban

 

Tags: , , , , , , ,