RSS

Tag Archives: tokusatsu

Bima X: A Second Chance

Bima X

New Form

 

Setelah penantian beberapa bulan, dari pengumuman adanya film yang menjadi “inter-quel” atau apapun istilahnya, setelah asumsi sana-sini, maka resmi sudah hari ini pada tanggal 07 September 2014 gw sudah menonton Bima X: New Beginning. Hasil penantiannya: Mixed Feelings. Di tulisan ini gw pengen membahas hal-hal yang mencolok. Terutama yang jelek. Kalau tidak dibahas di sini itu berarti bagus atau masih dapat gw toleransi.

Peringatan: Tulisan di bawah ini sedikit banyak mengandung spoiler. Mohon maaf untuk yang kurang berkenan.

Untuk sebuah tokusatsu, tentu saja gw pribadi berharap akan adanya sebuah “opening” (video pembuka yang diiringi OST) tapi ternyata bagian Openingnya menggunakan potongan video klip dari Bima Satria Garuda dari season 1 yang dibuat stylenya seperti komik.

Hal ini mengubur perdebatan band apa yang terpilih menjadi pengisi OST sebagai opening dari Bima X dimana sebelumnya spekulan berpendapat yang terpilih adalah Jellyfish dengan lagunya Next Stage tapi memang karena ini sebuah movie jadi opening tidak ada. Lalu layaknya sebuah movie, langsung mulai ke bagian filmnya.

Azazel. Pic courtesy of jkt48stuff

Azazel. Pic courtesy of jkt48stuff

Yang pertama gw kepengen ngebahas adegan pembuka di mana Rei dan kawan-kawan sengaja mengunjungi  Candi CGI dan masuk di dalam gua atau studio yang dibuat seperti gua(?) karena mereka mungkin sedang tidak ada pekerjaan atau bengkelnya libur.

Di sini gw hampir ga ngerti apa yang mereka omongin. Antara terlalu banyak efek gema atau memang mixing yang diburu-buru. Lalu adegan berikutnya adalah terjadi gempa dan layar dipenuhi oleh debu dan asap CGI. Lalu Naga. Pas dishoot kepalanya itu mirip-mirip sama naga indosiar. Tapi pas adegan naganya nabrak si Rei, keliatan itu CGI dan bagus. Jadi sedikit timpang.

Setelah itu adegan beralih kembali ke Jakarta. Di sini kita bisa melihat rumah baru yang lebih luas yang ditempati keluarga Iskandar. Meminjam istilahnya Rindra @ponakannyaom, kini mereka telah tajir melintir. Maka seharusnya sudah jelas bahwa Rei dan Reza tidak perlu bekerja dan tinggal berkeliling kota dengan motor mereka untuk berpatroli mencari monster.

Yang  kedua, gw pengen ngebahas angle-angle camera yang digunakan

Dari adegan fighting yang pertama kita udah bisa liat bahwa shoot-shoot yang digunakan itu sudah berbeda dengan Bima Satria Garuda. Walaupun masih ada beberapa adegan yang gw kurang setuju dimana kalo adegan action di close-up cenderung goyang-goyang kameranya. Untuk yang Season 1, adegan fighting yang paling terlihat kameranya goyang-goyang adalah adegan yang melibatkan topeng besi selain dari episode 2.

Yang ketiga, gw pengen ngebahas penggunaan BGM atau Background Music

Untuk poin ini gw cukup seneng karena di setiap adegan ada background musicnya sesuai dengan situasi.  Jadi bisa membangun dan mengatur mood penonton harus gimana. Singkat aja. Ini keren dan lo mesti “rasain” sendiri.

Yang ke empat, masih seputar suara

Gw pengen ngomentarin masalah suara. Balik lagi ke poin pertama dialog yang terjadi di gua, itu suaranya bergema parah, tidak jelas yang diomongin. Ada juga yang pas sebelum bertempur, suara Rei  dan Reza sering mendem. Yang paling parah, di bagian akhir pas berubah pertama kali jadi Bima X itu suara Rei mendem dan cenderung tidak kedengeran.  Padahal seharusnya bagian itu menjadi scene yang paling berkesan di film ini.

Selain itu juga ada sound effect pertempuran. Walau sejauh ini gw tidak menemukan sound effect footstep ala Resident Evil, tapi sound effect gerakan-gerakan silat masih tetep dipake. Untuk Sound secara keseluruhan gw cukup kecewa karena untuk sekelas movie, ini kurang banget.

Yang terakhir, Visual Effect

Visual Effect terlihat sudah ada peningkatan kualitas CGI dari Bima Satria Garuda. Namun, masih ada efek asap dan debu yang selalu beterbangan berlebihan di layar. Padahal monsternya gak lagi dalam keadaan berantem. Mungkin ini semacam idealisme yang mau dipertahankan untuk tokusatsu ala Indonesia. Jadi kalo ada orang nanya, mana konten lokalnya? Tuh, efek debu sama asep yang terus-terusan Menuhin layar kayak di sinetron laga lokal. Kan nggak ada di Kamen Rider.

Di luar kelima elemen ini sebenarnya masih ada beberapa hal yang layak dibahas terutama dari sisi cerita, namun gw merasa untuk movie ini cerita nomer kesekian karena gw pribadi terbuai dengan visual dan background musicnya. Bagaimana menurutlo?

Kyodai

 

 

 
3 Comments

Posted by on September 7, 2014 in Entertainment

 

Tags: , ,